Translate

Recent Comments

Followers

Khasiat Buah Apel


Apel dikenal sebagai buah yang memiliki warna merah menggoda meski sebenarnya tak semua apel memiliki warna merah, ada yang hijau, kuning, dan hijau kuning kemerahan. Kulit buahnya lembek mudah dikupas serta daging buahnya keras sehingga ada sensasi sendiri saat mengunyahnya. Sebelum masuk pembahasan Khasiat Buah Apel sebaiknya kita mengetahui dulu jenis buah apel, yaitu sebagai berikut:

Terdapat 6 jenis yang paling sering dijumpai dan dikonsumsi, antara lain:

Cegah Influenza dengan Bawang Putih


Musim pancaroba sudah mulai tiba. Perubahan cuaca yang tidak menentu dapat membuat kekebalan tubuh Anda melemah. Mencegah datangnya penyakit dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh sangatlah penting.
Influenza adalah salah satu penyakit yang sering diderita orang-orang pada masa pancaroba bukan hanya menyerang masyarakat biasa saja tapi termasuk orang-orang kaya juga seperti sekarang ini. Gejala seperti batuk kering, sakit tenggorokan, demam, menggigil, mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan, tentu akan sangat mengganggu aktivitas harian Anda.
Penyakit yang diakibatkan oleh virus udara ini mudah sekali menyebar dan menular. Oleh karena itu, Anda perlu meningkatkan kekebalan tubuh Anda agar terhindar dari influenza, demikian yang dilansir Livestrong.
Menambahkan bawang putih segar dalam campuran masakan Anda, seperti sup atau lauk pauk lainnya akan sangat baik. Bawang putih dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, kandungan senyawa kimia yang disebut allicin di dalamnya dapat menawarkan manfaat antivirus, membantu lingkungan tubuh Anda dari virus influenza.
Jika tidak suka aroma bawang putih yang menyengat, Anda bisa mencoba mengonsumsi bahan makanan yang tinggi vitamin C, seperti buah kiwi, jeruk, selada air, alfalfa, stroberi, jeruk, dan nanas dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh terhadap infeksi influenza. Vitamin C juga baik untuk mencegah kerusakan hati akibat radikal bebas yang berpengaruh terhadap pembuangan zat beracun dan limbah dalam tubuh.

Faktor Sperma Tidak Berkualitas

Sperma adalah indikator penting bagi manusia dan bagi generasi selanjutnya (Anak) namun tahukah anda bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas sperma. Seorang ahli di Inggris, Profesor Richard Sharpe, dari University of Edinburgh, mengatakan bahwa penurunan kualitas sperma terjadi di hampir seluruh negara di dunia. Ini yang kemudian membuat angka infertilitas merangkak naik. Demi mempertahankan tingkat kesuburan Anda, saya kumulasikan beberapa faktor yang harus dihindari:

Tidak Memvariasikan Makanan
Para pria yang ingin sehat tak hanya harus mengonsumsi makanan sehat dan komplit namun juga memvariasikannya. Pola makan akan mempengaruhi produksi sperma. Banyak orang yang ‘mendewakan’ satu jenis makanan saja. Padahal ada vitamin tertentu yang tidak terdapat di jeruk, maka harus mengonsumsi buah-buahan lain. Sama seperti, protein yang terdapat dalam daging kambing, pasti berbeda dengan protein dalam daging sapi, ayam atau ikan. Jadi, perlu divariasikan demi kecukupan nutrisi.

Penyebab Gigi Keropos

Gigi berfungsi sebagai alat pengunyah makanan dan juga sebagai pelengkap senyuman di wajah kita. Bayangkan jika gigi kita ompong misalnya, tentu ada yang kurang dengan senyuman itu.

Badan kesehatan duni (WHO) mencatat telah dikenal lebih dari 500 jenis penyakit serta kelainan gigi. Satu di antaranya yang paling banyak diderita manusia adalah gigi berlubang yang disebabkan oleh pembusukan. Walaupun penyakit ini yang paling umum, namun penyakit ini juga merupakan salah satu penyakit yang sebenarnya paling mudah dicegah.

Penyakit gigi tidak mengancam nyawa sebagaimana penyakit-penyakit lainnya, tetapi ada satu fakta yang membuatnya sama dengan yang lainnya, yaitu: pencegahannya lebih mudah daripada pengobatannya. Mencegah penyakit ini berarti menghemat jutaan jam kerja yang tersita setiap tahunnya untuk mengobati dan merawat gigi yang berlubang karena membusuk.

Hal-hal yang dapat menyebabkan kerusakan gigi


Gigi saat mengunyah makanan maka akan adanya pergesekan yang membuatnya aus, serta kerusakan mekanis lainnya yang membuatnya pecah dan patah, maka ancaman utama lainnya terhadap kesehatan gigi adalah bakteri. Bakteri dapat menyebabkan pembusukan gigi. Mulut manusia adalah tempat yang ideal bagi pertumbuhan bakteri selain hangat, gelap, basah, juga karena terdapatnya sisa-sisa makanan yang menjadi sumber makanan bagi bakteri tersebut.

Penelitian menunjukkan bahwa dengan alasan yang kurang jelas, air liur memiliki peran dalam pencegahan pembusukan gigi. Akan tetapi, tidak semua bagian dari gigi dan gusi dapat dijangkau oleh air liur. Namun, justru air liur itu sendiri juga mengandung jutaan bakteri dari berbagai jenis.

Para pakar ilmu kesehatan gigi telah menghitung bahwa dalam setiap 30 gram air liur bisa terdapat sampai 22 milyar bakteri, bahkan mulut yang sehat dan bersih sekalipun dapat mengandung lebih dari 10 jenis bakteri dan protosoa. Paling sedikitnya ada tiga jenis bakteri yang dapat menimbulkan pembusukan gigi.

Seperti makhluk hidup lainnya, bakteri pembusuk gigi juga mengeluarkan atau membuang limbah proses pencernaan. Limbah ini adalah asam kuat yang dapat mengikis email gigi lalu melubanginya. Email adalah lapisan terluar dari gigi dan merupakan zat yang paling keras dalam tubuh. Sekali proses pengikisan ini berhasil menembus email gigi, maka bakteri tersebut akan menyerang lapisan berikutnya yaitu dentin. Lalu, oleh karena 30% dari dentin adalah zat organik dibandingkan dengan 5% pada lapisan email, maka proses pembusukan pada lapisan ini akan berlangsung lebih cepat.

Jika proses pembusukan ini tidak dihentikan di sini, maka bakteri tersebut akan seterusnya masuk ke rongga gigi, dimana mereka akan berkembang biak dengan cepat lalu menimbulkan radang. Jika ini tidak ditanggulangi segera, maka bakteri tersebut akan menyebar melalui pembuluh darah ke organ-organ tubuh lainnya, lalu menimbulkan beberapa penyakit yang di antaranya adalah radang selaput tulang yang disebut osteomyelitis dan satu penyakit jantung yang berbahaya yang disebut endokarditis.

Jadi, sebenarnya pembusukan gigi dapat diakibatkan oleh proses pembiakan bakteri-bakteri pembusuk gigi dalam mulut yang berlangsung secara tidak disengaja. Sisa makanan yang kecil sekalipun cukup untuk menghidupi jutaan bakteri selama 24 jam atau lebih. Makanan yang paling disukai oleh bakteri adalah gula putih (gula pasir). Itulah sebabnya mengapa jajanan yang manis, seperti permen atau coklat apalagi yang dapat lengket di gigi, tidaklah baik untuk gigi. Hal ini bukan berarti bahwa gula merupakan sebuah pantangan bagi mereka yang ingin memiliki gigi yang sehat. Makanan manis tidak telalu mengancam jika dimakan dengan makanan lainnya karena makanan itu akan mengencerkan gula tersebut lalu menyapu gula itu dari gigi sewaktu makanan tersebut ditelan.

Hal lain yang menyumbang kepada proses pembusukan gigi adalah pembentukan plak yang mengeras. Plak adalah lapisan kotoran yang terdapat pada permukaan gigi yang belum dibersihkan. Lapisan ini terbentuk oleh sisa-sisa makanan yang tertinggal setelah setiap kali makan. Pada lapisan inilah bakteri-bakteri yang ada akan hidup dan berkembang biak. Proses ini terjadi setiap hari. Itulah sebabnya mengapa perlu menyikat gigi setiap hari. Jika tidak dibersihkan, maka lapisan plak ini akan bercampur dengan lendir serta sel-sel dari lapisan permukaan dalam mulut dan dengan garam-garam mineral yang ada, lalu lama-kelamaan membentuk karang gigi.

Menyikat gigi setiap kali selesai makan, terutama sebelum tidur malam adalah perilaku yang baik. Tetapi, seumpama tidak dapat menyikat gigi setelah makan, paling sedikit usahakanlah berkumur. Sisa-sisa makanan yang tertinggal pada gigi sepanjang malam sangat berbahaya, jangan gunakan sikat gigi yang kasar sebab ini dapat melukai gusi, namun gunakanlah pasta gigi yang mengandung fluor, walapun kandungan pada flour ini ada yang mengatakan berbahaya namun belum jelas bagaimana argumentasinya.

University of Iowa baru-baru ini meriset bahwa waktu rata-rata yang ideal untuk menyikat gigi adalah 5 menit. Dengan menyikat gigi selama 2,5 menit, hanya 25% dari kotoran gigi yang bisa dibersihkan.

Bukan hanya asam yang berasal dari bakteri yang dapat merusak enamel gigi, cuka dapur pun bisa. Itulah sebabnya masalah kerusakan gigi banyak ditemukan di kalangan masyarakat yang menyukai makanan yang asam karena banyak cuka.

Perubahan suhu gigi yang mendadak atau sekitar 100C cukup berbahaya karena dapat meretakkan enamel gigi. Inilah sebabnya memakan atau meminum yang panas dan dingin sekaligus tidaklah baik untuk kekuatan gigi.

Adalah bijaksana untuk mengunjungi dokter gigi 2 kali setahun untuk pembersihan dan pemeriksaan. Apa saja yang kita lakukan untuk memelihara gigi kita, akan menentukan tingkat kesehatannya. Gigi tidak pernah mati sendiri. Kita sendirilah yang membunuhnya. Maka dari itu mari sejak sekarang jaga kesehatan dan kebersihan gigi, terlebih kepada anak kita diajarkan kebiasaan menggosok gigi dan menjaga kebersihan mulut secara teratur.