Translate

Recent Comments

Follow by Email

Followers

Home » » Bujuk Rayu Korupsi

Bujuk Rayu Korupsi


Di zaman era globalisasi saat ini, satu per satu pejabat negara terperosok pada kubangan lumpur korupsi, umat pun tak berdaya melihat fenomena tersebut, bagaikan masyarakat yang terkena bencana lumpur lapindo, mereka tak berdaya, hanya pasrah dengan raut muka yang muram, begitu pun dengan umat yang sudah terkhianati oleh pelaku korupsi (koruptor), umat mengeluh bahkan geram, tapi apalah daya umat tak bisa berbuat apa-apa melainkan hanya sekadar melakukan demonstrasi, itu pun tak di gubris sama sekali oleh koruptor, mereka tak acuh terhadap rintihan orang-orang yang sudah menjadi korban koruptor, mereka bersenang-senang di atas penderitaan orang lain, bahkan mereka para koruptor sebelumnya tidak mengakui kalau mereka korupsi, tapi setelah ketahuan dan terbukti mereka hanya menutup diri dari media tanpa sadarkan diri! Memang korupsi bukan barang baru di negeri ini, sejak diwariskan oleh pemerintah kolonial, korupsi menjangkit kaum pribumi. Bahkan sejak kemerdekaan telah kita raih dari tangan penjajah, ternyata bau korupsi pun ikut di raih oleh para politisi sejak dini, begitu banyak tindakkan manipulasi serta kolusi yang menyengsarakan umat.
Teringat pesan Buya Hamka:
“Sejak dari kepala negara sampai kepada menteri-menteri dan pejabat-pejabat tinggi telah ditulari oleh kecurangan korupsi. Sehingga yang berkuasa hidup mewah dan mengumpulkan kekayaan untuk diri sendiri, sedangkan rakyat banyak mati kelaparan, telah kurus-kering badannya.”
Faktanya, memang benar akibat korupsi banyak rakyat yang mati kelaparan, hanya untuk mencari sesuap nasi pun kesusahan, lihat umat sekarang banyak yang kurus-kering badannya karena ekonomi yang labil itu pun tak menutup kemungkinan akibat korupsi juga. Sekarang kita lihat para koruptor, apa ada yang badannya kurus-kering? Saya pikir tidak ada, lihat saja penampilannya di media-media, mereka segar-bugar.
Setelah kita melihat wajah-wajah koruptor, timbul banyak pertanyaan, seperti: untuk apa sih korupsi? Apa tidak cukup gaji mereka? Apa mereka lebih sengsara dari kami, hingga melakukan tindak korupsi?, namun ada yang lebih mengejutkan daripada pertanyaan tersebut, yaitu sebuah pernyataan yang mungkin terasa miris jika umat Islam mendengarnya, yaitu pernyataan “mereka semua para koruptor ternyata kebanyakan orang Islam”. Terlintas dalam benak, apa benar Islam mengajarkan korupsi? Menurut saya, tentu saja Islam tidak mengajarkan korupsi, bahkan bukan hanya Islam saja agama lain pun yang bukan Islam tentu tidak mengajarkan korupsi. Lantas mengapa mereka terbujuk oleh rayuan korupsi? Selain karena bujukan gaya hidup yang mewah, mereka yang bernotanbenekan Islam tidak benar-benar mengaplikasikan dalam dirinya Islam yang sebenar-benarnya Islam. Seharusnya tindak-tanduk mereka harus didasari dengan rasa halus iman dan Islam, jika sudah demikian maka tidak menutup kemungkinan korupsi akan dihindari. Tetapi hal ini bukan hanya oleh mereka para petinggi yang melakukan kecurangan saja melainkan umat pun harus senantiasa mendasari dirinya dengan rasa halus iman dan Islam, agar terhindarkan dari tindakan-tindakan yang jelek apalagi sampai merugikan orang lain. Sebab jika sudah dilandasi iman dan Islam, maka kita akan tahu bahwa tindakkan yang merugikan tersebut akan benar-benar dihindari dan Islam tidak sama sekali mengajarkan hal-hal yang keji seperti korupsi!. Sebagaimana firman Allah swt:
1. QS. Ali Imran (3) Ayat 161
وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَغُلَّ ۚ وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
“Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.”
2. QS. Al-Baqarah (2) Ayat 188
وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.”
3. QS. Al-Anfaal (8) Ayat 27
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”
Dari tiga firman Allah swt tersebut, sebetulnya masih banyak firman Allah yang menyatakan larangan untuk berbuat korupsi, tapi mungkin dari firman Allah tersebut yang di atas, sedikitnya dapat menggambarkan bahwa Islam tidak mengajarkan korupsi, bahkan bisa dibilang “Islam anti korupsi”, maka dari itu jika kita memang benar-benar Islam kita wajib menghindari perbuatan keji tersebut, sebab Allah swt telah mengisyaratkan kepada kita melalui firman-Nya.
Kita tahu bahwa setiap tindakan kita pasti ada konsekuensinya. Seperti halnya korupsi, menghasilkan konsekuensi yang negatif,
- Korupsi mengurangi kepercayaan publik.
- Korupsi mengakibatkan stabilitas ekonomi terganggu.
- Korupsi mengakibatkan berbagai proyek pembangunan menghasilkan kualitas yang rendah.
- Korupsi menjauhkan pada kesejahteraan dan kemakmuran, akibatnya banyak yang miskin.
- Korupsi merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah swt, sehingga menjadi salah satu penyebab yang dapat menghalangi terkabulnya do’a.
- Orang yang mati dengan membawa harta korupsi, ia akan terhalang masuk syurga.
- Korupsi penyebab kehinaan dan siksa api neraka pada hari kiamat.
Maka dari itu, marilah kita berbondong-bondong seperti halnya gerakan Aswaja memunculkan identitas sebagai Muslim, bahwa Islam anti korupsi dan kita yakini bahwa konsekuensi tindakan korupsi bukan hanya akan menghasilkan kebobrokan integritas diri, melainkan kebobrokan hingga segala aspek kehidupan.

Posted by Panji Nasrullah ~ Sharing Sciences Various and Informations

Anda sedang membaca artikel yang berjudul "Bujuk Rayu Korupsi". Mohon maaf apabila konten dari postingan yang anda baca sudah rusak atau terjadi kesalahan dalam penulisan. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan anda membaca artikel ini. Sangat senang hati apabila anda mengoreksi atau memberikan kritik dan saran melalui kotak komentar.

:: Thank you for visiting ::

1 komentar:

  1. para koruptor harus dihukum mati ajja sekalian,,, postingan yang bagus dan bermanfaat ini layaknya di share ajja ,, nih saya bantu ngeshare ,, ,, jgn lupa kunbal nya di anprat.blogspot.com tmakasih skali lagi gan

    BalasHapus